Feeds:
Posts
Comments

51% Addicted to Blogging

Tahun Baru dan Programmer

Lagi ngomongin soal acara jalan-jalan dan Tahun Baru:

P1 (Programmer 1) : Eh, tahun baru bikin acara apa ya?
P2 (Programmer 2) : Bakar-bakaran yuk…
P3 (Programmer 3) : Wah boleh juga tuh.. Loe bawa CD kosong nya ya, gw siapin Nero ama DVD Writer nya..

New Kosa Kata : Bakar-bakaran = Burning CD buat backup ….

Tour of Duty

Lagi pada ngomongin soal jalan-jalan menyusul rencana tugas ke luar negeri dari kantor.

P1 (Programmer 1) : Sebenernya aku agak males nih buat ke malaysia ntar
P2 (Programmer 2) : Lah bukannya malah enak bisa jalan-jalan
P1 (Programmer 1) : Gimana mo jalan-jalan? Yang dibilang jalan-jalan itu kalau gak bawa-bawa nama kerjaan. Lah ini kesana membawa sekarung kerjaan. Itu sih namanya bukan jalan-jalan tapi “Tour of Duty”..

New Kosa Kata : Tour of Duty = Tugas keluar kota dari kantor.

Si Manusia Ajaib

Pagi tadi ketika sedang berada di lift tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing lagi

“Bang SMS siapa ini bang…Bang pesannya pake sayang sayang..” (or something like that lah soalnya gak gitu hafal lirik lagunya *gak mo ngaku*)

Setelah menelaah dan meneliti dengan saksama sumbernya *halah* ternyata berasal dari HP salah satu penumpang lift.  Cukup kaget juga dengar tuh lagu disebabkan oleh beberapa hal.

Pertama, suara ringtone yang keluar dari dari HP si penumpang lift itu tingkat ke-cempreng-an nya cukup tinggi. Bagaikan suara yang keluar dari speaker tanpa Bass sama sekali dan hanya tweeter doang. Mirip-mirip bunyi jangkrik di tengah kebisuan malam.
Kedua, plis deh… hari gini gitu loh.. kok masih ada aja yang pasang tuh lagu buat jadi ringtone. Hello??!?. Ya aku sih ngerti lah kalo mungkin si empunya pengen norak tapi kan ada cara lain yang lebih manusiawi untuk norak norak bergembira. Ya misalnya dengan memakai ringtone norak yang lebih up-to-date seperti “Kamu ketahuan…pacaran lagi..” atau “Bang Toyyib..” (eh itu dah lama ding, tapi ya masih up-to-date lah soalnya si Bang Toyyib nya kan belum balik balik, masih 1x lebaran, sementara 2 sampe 3x lebaran pulang si Bang Toyyib belum pulang-pulang juga).

Ketiga, udah cempreng dan gak up-to-date bukannya tuh handphone langsung di angkat (jemuran kali ya mesti diangkat?) eh, malah dibiarkan berdering sampe hampir masuk reff. Hampir saja gak tahan buat ikutan goyang mengikuti ikutan irama. Untung masih diselamatkan dari aib segedung. Tapi thx God, langsung di angkat juga ama yang empunya.

Ternyata keajaiban orang itu gak berhenti sampai disitu saja. Percakapannya pun gak kalah ajaib. Bukannya pengen nguping tapi emang ga ada pilihan lain mau gak mau mesti dengerin karena gak ada suara lain disitu.

Hallo…”, kata si manusia ajaib menerima telponnya. Suara penelepon di seberang sana tidak begitu terdengar.

“Iya..”, lanjutnya

“Yes…”, jawabnya gak lama kemudian

“Nggih…”, ujarnya selanjutnya

“OK..” katanya sambil menutup telpon.

Percakapan yang ajaib. Bisa sampe tiga bahasa gitu ya?

PS : ada yang tau gak nama Kamen Rider yang ditengah (yang warna ijo). Udah googling tapi cuma ketemu Kamen Rider Garren (sebelah kiri) dan yang sebelah kanan Kamen Rider Leangle

Entahlah-isme

SpidermanIdealisme… hmmm. bukan sebuah kata yang asing.

gw sering banget denger kata idealisme tapi setelah gw pikir2 lagi, ternyata gw baru sadar kalau ternyata gw ga gitu ngerti apa itu arti dari kata idealisme. Apa sih sebenernya definisi dari idealisme?
apakah idealisme = absolutisme? dimana sesuati yang ideal adalah sesuatu yang absolut. Sesuatu yang harus benar?

If Idealisme = sesuatu yang ideal. Lalu apakah ideal itu? apakah ideal ber-kata dasar ide? Jika ya, berarti masing-masing orang punya ideal yang berbeda-beda dong? Siapa yang menentukan kalau ideal siapakah yang dinyatakan sebagai ideal yang paling baik? Apakah dilakukan dengan menggunakan sistem voting dimana ideal yang mempunyai suara terbanyak menjadi ideal yang benar?

Lalu apakah idealisme berarti sesuatu yang bernilai benar? Bukankah kebenaran itu juga relatif? Benar bagi sebagian orang belum tentu benar bagi yang lain. Ketika aku mempertahankan sebuah idealisme yang aku rasa sedang dijajah oleh pihak lain bisa jadi pihak lain itu juga sedang mempertahankan idealisme dalam versinya sendiri.

Lalu gw membuka-buka referensi dan pengen tau apa sih sebenarnya idealisme itu.

Berdasarkan American Heritage New Dictionary of Cultural Literacy, Third Edition, dikatakan bahwa

    Idealisme itu adalah sebuah pendekatan filosofis yang menganggap mind, spirit ataupun ide-ide sebagai jenis kebenaran yang paling fundamental, atau paling tidak mengatur interaksi kita terhadap hal hal umum yang kita temui. Idealisme berseberangan dengan materialisme, naturalisme dan realisme. Georg Wilhelm Friedrich Hegel adalah seorang idealis; begitu juga Immanuel Kant.

Tapi ah tetap saja aku belum bisa menggunakan kata idealisme dalam sebuah kalimat. Dalam hal apa saja aku harus menempatkan kata idealisme, dalam suasana apakah kata idealisme dapat digunakan.

Ah, entahlah. Mungkin kata itu terlalu sulit buatku. Aku masih anak taman kanak-kanak yang belum bisa mengerti kata sesederhana itu. Biarlah aku bermain dengan kata-kata lain yang lebih sederhana seperti kata “Aku”.

Tapi kalau aku pikir lagi lebih jauh, bisa jadi aku menyadari kalau aku sebenarnya tidak mengerti arti dari kata “Aku”. Siapakah “aku”? atau Apakah “aku”? dan ber-karung-karung pertanyaan lain yang lalu bermunculan.

Ah entahlah..

Katakanlah dengan Cinta.

toko1.jpgBelakangan ini aku banyak merenung *halah merenung* tentang perjalanan hidupku dengan si Bebby. Tentang bagaimana hidupku berubah sejak aku mengenal dia. Berubah menjadi lebih baik tentunya. Selama empat tahun lebih menjalani hidup bersama dengannya banyak sekali yang aku pelajari tentang hidup terutama tentang hidup berpasangan. Suatu kehidupan yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan hidup sendiri of course.

At our 5th year in marriage, kadang-kadang ketika berbelanja ke pusat perbelanjaan, si penjaga toko kadang bertanya sama si Bebby, “Pacarnya yah mbak?”.
“Oh bukan kok, suami”.
“Ooo.. udah nikah ya? kirain masih pacaran.”
Si Bebby tersenyum sambil menjawab “Gak kok mbak, udah punya anak 3 tahun kok.”
“Masa sih? soalnya mesra banget. kirain masih pacaran”.

toko2.jpgDalam perenunganku aku lalu berpikir, Is it really like that? Apa kami memang seperti itu? Aku sih gak pernah mikirin apakah kami berdua seperti masih pacaran ataukah seperti seorang suami-istri. That doesn’t matter to us apapun orang berpikiran tentang kami. Yang aku care about is bagaimana keeping the Love-Meter always on the high side.

toko3.jpgHarus kuakui hidup berumah tangga tidaklah mudah. Begitu banyak parameter yang berpengaruh terhadap jalannya biduk *halah*. Terus terang, aku gak gitu keep track atau mengingat2 sudah berapa lama kami menjalani hidup bersama. Kalo ditanya, kapan merid, aku pasti bakal mikir dulu, tahun berapa ya? dah berapa tahun ya? Ada sih yang bilang bahwa pada sekian bulan pertama bakal seperti ini ini ini, sekian tahun pertama bakal kayak gini gitu dll. Tapi untunglah aku gak gitu perduli dengan hal hal seperti itu.

Lalu seseorang bertanya padaku tentang tips agar bisa terus menjaga Love-Meter agak tetap tinggi. Well, to be honest I am not the right person to ask tentang hal ini. Aku gak yakin formula yang aku pakai bisa diterapkan ke orang lain. Karena masing-masing orang kan beda-beda. Tapi karena dia bersikeras, akhirnya aku give him what he wants lah. Bukan ngasih tips sih tapi lebih ke cerita sih sebenernya.

toko4.jpgAda beberapa kebiasaan sih yang aku dan si Bebby selalu lakuin. Salah satunya adalah “Saying I Love You“. Well, mungkin buat sebagian orang hal ini dianggap sepele. Beberapa alasan yang dikemukakan temenku itu adalah
‘Apa sih pentingnya bilangin “I Love U” ke pasangan?’ atau
‘Ah, Itu kan cuma sekedar ungkapan doang, yang lebih penting adalah perlakuan’ or
‘Nanti kalo keseringan diucapin nantinya bakal bosan’
dll (insert more reason here…)

toko5.jpgTapi entah berapa kali aku dan si Bebby saling bertukar kata “I love yuw” dalam sehari, dan dibalas dengan “I love yuw more”. Kadang kadang dibalas lagi dengan “I love yuw much more”. trus dibalas lagi dengan “I love yuw much much more” dst tergantung mood :)

Tentang dua hal pertama, mungkin aku bisa ngasih sedikit komentar. First of all, it is true that itu adalah hal yang diucapkan tapi bukan berarti itu gak berpengaruh. Tentang ini ada sebuah cerita menarik.

    Pada sebuah pesta seorang professor bertanya pada seorang ahli agama. Apa sih gunanya orang menyebut2 nama Tuhan dalam berdoa? Bukannya menjawab, si ahli agama malah mengata-ngatain si professor ini mengatakan bahwa dia bodoh sekali dan lain-lain ucapan yang merendahkan si professor. Si professor jadi merah padam mukanya mendengar ucapan si ahli agama. Dia sangat tidak menyangka sama sekali mendapat respons yang sedemikian rupa. Tapi sebelum si professor ini sempat berkata-kata, si ahli agama tadi la
    lu melanjutkan. “Maafkan ucapan saya yang barusan. Hal itu aku katakan untuk mendemonstrasikan pengaruh ucapan terhadap kinerja tubuh. Ketika saya mengucapkan kata-kata tadi, tentu professor bisa merasakan kalau denyutan jantung menjadi lebih cepat, muka anda jadi merah padam dan organ-organ tubuh lainnya juga ikut bereaksi mendengar kata yang saya ucapkan. Kalau kata yang jelek seperti yang saya ucapkan tadi mampu merubah kinerja tubuh bagaimana dengan kata-kata yang baik seperti nama Tuhan.”

Dan aku pribadi sih yakin kalau kata-kata bernuansa Cinta akan membawa pengaruh yang lebih baik ketimbang kata-kata biasa.

toko6.jpg Lalu bosen gak sih kalo diucapin/didenger terus menerus?
Emangnya lagu dangdut yang bisa bosen kalo di denger terus? *lah kenapa mesti dangdut ya??*
Bosen atau enggaknya tergantung bagaimana anda menyikapinya. Sesuatu yang datang dari bibir hanya akan sampai ke telinga. Dan sesuatu yang datang dari hati akan sampai juga ke hati. You just have to say it sepenuh hati.
In the end, Apapun yang ingin engkau sampaikan ke kekasih, Katakanlah dengan Cinta.


Hari ini seperti biasa dimulai dengan bangun pagi menjelang siang. Trus minum teh manis sambil makan roti dan duduk di serambi rumah sambil membaca koran hari ini *duh sinetron banget sih*. Well, gak persis seperti itu sih, tapi ya begitulah sinetron ga pernah persis sama dengan apa yang terjadi dalam kehidupan nyata ^^.
Pagi pagi si Bebby dah membangunkanku dari mimpi indahku *halah* dan begitu aku membuka mataku, aku sempat bingung, aku bertanya-tanya.
“Hah? Dimana nih? Di surga ya?”
Si Bebby sempat heran, “kenapa beb?” (btw, gw ma dia sama2 memanggil diri dengan sebutan bebby dan bebi so pengucapannya agak sedikit sama)
“Iyah.. kok ada bidadari yang bangunin daku??”,
Si bebby hanya tersenyum-senyum aja ..
“ada apa beb, tumben kok bangunin pagi pagi? biasanya jam 9 baru dibangunin” *oops*
“Bisa anterin ke Jatinegara gak?”
“Hah?? jatinegara?”, nyawa masih belum ngumpul 100%. Still Loading, please wait..
“Iyah mo beli bahan2 buat bikin kue”
“Ow”, Nyawa Still Loading…. Please Wait..
“Gak usah mandi deh, gitu aja takut kesiangan”,
“Gak mesti mandi? Oh OK deh kalo gitu! yuk cabut”, yang lalu dapet sambitan bantal guling dari si Bebby

Sempat menenggak seteguk dua teguk sampe habis satu cangkir teh manis anget (kalo dihitung2 sih sekitar 17 tegukan deh). Cuci muka bentar sambil berpikir, ah mo ke pasar jatinegara ini gak mandi juga gpp lah. Paling juga baunya membaur ama bau2 pasar … *demikian pikiran praktis yang terlintas di benak gw*. So… off we go then.. :D

Nyampe sana dah rame aja *ya iyaaa laaah namanya juga pasar*. Setelah dapet semua harta karun yang diinginkan pulang deh. Si Bebby pulang ke arah kota karena mo bikin kue nya disana ama adik2nya sementara gw balik ke rumah. Lagi dapet pesanan kue nastar 50 toples so it’s gonna be a busy day for them..

Nyampe rumah istrahat bentar sambil ngeliatin si kecil maen dengan dunianya sendiri. Mobil2an yang cukup besar di balik ama dia dan dijadikan perahu,trus mainan2 lain yang kecil2 seperti maen2an binatang2 di naekin sebagai penumpang perahu. Aku mengamati dia beberapa saat untuk mencoba tune-in ke imajinasi dia. Beberapa pertanyaan aku lontarkan buat nyari tau dia lagi ada di dunia imajinasi yang mana nih. Setelah tau ada di dunia mana, akhirnya aku ikutan maen ma dia. Lumayan seru juga maen ama si kecil. Cukup nyambung untuk diajak berimaginasi :)

Berkat imajinasinya dia, sekarang tangan gw suka dipanggil “kepiting” ma dia. Dan tangan si Bebby dapet sebutan “cumi2″. Biasanya dia pengen maen ama kepiting, ya udah tangan gw gw gerakin niruin jalannya kepiting trus masuk sembunyi ke bawah tumpukan bantal. Trus kepitingnya keluar tiba2 dan menjepit perutnya, dia ketawa ngakak. Kadang2 dia pengen tidur sambil pelukin cumi2 dan kepiting, dua ‘imaginary friends’ nya dia. Kadang2 imaginary friendsnya diajak ngobrol, ya gw atau si Bebby yang nyahutin :) .

Abis baca2 di internet soal Imaginary Friends, dan katanya sih imaginary friends umumnya gak keliatan. Jadi si anak ngomong sendiri ama temen yang gak keliatan. So masih mending lah si kepiting dan cumi2 ini, at least mereka masih keliatan dan obrolannya masih bisa dikontrol (soalnya gw sendiri ama si Bebby yang njawabin). Kata sumber di internet itu juga imaginary friends bukanlah hal yang perlu di khawatirkan. So I’m not going to worry about that at the moment. It is nothing to worry about.

Gw sendiri sih waktu kecil dulu gak pernah inget kalo pernah punya imaginary friends. Atau mungkin memang imaginary friends bakal dilupain seiring dengan bertambah besarnya si anak? Sumber di internet itu bilangnya sih kalo si anak makin gede, makin sedikit pula si anak berinteraksi dengan si imaginary friendsnya. Dan lama kelamaan bakal hilang dengan sendirinya. Unless si imaginary friendsnya itu gak bener-bener imaginary alias something like Casper. Wah kalo itu sih lain lagi ceritanya ^^

MotoGP Fans

Pas lagi nonton acara MotoGP, ngeliatin sang juara dapet piala, si kecil langsung nyelutuk.
“Pa, nanti nadzim mau belajar motor ah biar dapet piala”
Walah gawat juga nih kalo si kecil pengen jadi pembalap…

MotoGP Fans

Dikejar-kejar cewek..

Hari minggu kemaren ikut acara ama temen2 di Kampus Stekpi.

(test upload video ke google)

Update: Hmm.. ternyata bisa (goyang a’la dora: berhasil …berhasil…berhasil… horee!!!)

Say Peace…

« Newer Posts - Older Posts »