Oh my God..

Teman: Tuhan… ini aku.. masih ingatkah kau padaku?

blogdino:kata Tuhan, ‘masih.. masih inget kok..’

Teman: Makasihhhhhhh. Emang Tuhan itu bae, hihihii

blogdino: iyah.. makanya Dia jadi Tuhan.. 😀

Terkadang tanpa sadar ketika sesuatu buruk yang terjadi padaku secara reflex diri ini berkata, Kenapa aku melakukan ini padaku, Tuhan?. Sebagian orang malah menyalahkan Tuhan, sebagian membenci Tuhan, sebagian memaki Tuhan. Ah, manusia. Si kecil Nadzim memberi aku pelajaran tentang hal ini. Beberapa kali dia meminta sesuatu yang tidak mungkin aku berikan. Tidak untuk usia dia sekarang ini. Dia melihat sesuatu yang dilakukan atau didapatkan oleh om-om nya lalu dia menginginkan hal yang sama. Dia lalu mulai datang padaku dan meminta hal yang sama. Aku bilang padanya, “Tidak Nadzim.. kamu gak boleh ambil itu”. Dia cemberut, terkadang terisak, beberapa kali bahkan sampai menangis. Dalam pikiran dia mungkin dia berkata, “Ah papah gak adil, ah papah pilih kasih, ah papah gak sayang padaku”, atau apapun yang dipikirkan oleh pikiran mungilnya yang masih jernih.

Aku tidak memberikan yang dia inginkan karena akan berbahaya buat dia atau karena dia belum tau pentingnya hal yang aku berikan padanya. Anak sekecil dia belum tau perbedaan antara sebutir mutiara dan kelereng. Bahkan mungkin dia lebih memilih kelereng ketimbang mutiara karena dia melihat bahwa kelereng lebih berkilau dan warna warni ketimbang mutiara. Ketika dia merengek untuk meminta mutiara, aku akan lebih memberi dia kelereng yang lebih sesuai dengan kebutuhan dia.

Dalam beberapa kemasan mainan anak, tertulis usia anak yang cocok untuk mainan itu. Misalnya Ages 4 and up, Ages 5 and up dll. Aku berpikir, mungkin untuk manusia juga ada hal yang sama. Untuk setiap keinginan kita mungkin di kemasannya tertulis Ages 3 and up atau yang semacam itu. Kalau kita belum mendapatkan yang kita inginkan barangkali itu karena usia kita belum cukup untuk mendapatkan apa yang kita inginkan itu. Mungkin kita belum cukup siap untuk mendapatkan keinginan itu. Merengek2 pun belum tentu aku mendapatkannya. Adalah lebih baik kalau aku membenahi diri untuk menunjukkan kalau aku udah siap untuk mendapatkan apapun itu yang aku inginkan. Dan bila saatnya tiba Dia akan memberikannya padaku.

After all, He knows best…

Advertisements

This is not goodbye

Sesuatu hal dari bekerja dengan orang lain, entah itu di kantor ataupun di pekerjaan lainnya adalah melihat orang lain tumbuh dan berkembang. Hampir sama seperti melihat si kecil kian hari semakin gede aja. That’s what amazing about working with people. You see them grow. You see them reaching their goal, reaching their dreams. And you were there in their journey of reaching whatever it is they wanted to reach. It is a nice feeling if you look at it that way.

Buatku, dalam pekerjaan bukanlah suatu persaingan. Persaingan dalam hal memperebutkan jabatan ataupun posisi semata. Itu bukanlah cara seseorang seharusnya bekerja. Dalam bekerja aku lebih suka kalau persaingannya adalah sama sama bersaing untuk bisa lebih maju, persaingan secara sehat, dari segi non materil ketimbang dari segi materi. Aku senang melihat teman sekantor sama2 maju dan berkembang. Perasaan yang sama ketika aku melihat anakku mampu menguasai skill baru. Perasaan yang sama ketika melihat anakku bisa mengayuh sepeda roda tiganya untuk yang pertama kalinya. Perasaan yang sama ketika melihat anakku bisa menghafalkan beberapa untaian kalimat baru. It is a nice feeling.

Aku terus mengingatkan diriku sendiri untuk terus mengingat hal tersebut diatas. Untuk saling membantu satu sama lain dalam bekerja mencapai apapun yang mereka cita-citakan dan bukannya saling menjatuhkan, saling sikut dan saling injak. Mudah2an aku tidak sampai melakukan hal hal seperti itu. Tidak dalam kehidupan ini dan tidak dalam kehidupan nanti.

Sebagaimana kata pepatah, What is the point of winning if it means that someone else is losing. Apalah arti sebuah kemenangan jika itu hanya berarti kekalahan bagi orang lain?

For all friends and partners in my previous office, I would like to say that It’s been nice working with you all. You’ve been all wonderful friends and partners to have. Aku bisa menjadi aku yang sekarang karena kalian kalian juga. And I thank God for it. Yang telah mempertemukan aku dengan orang orang cemerlang seperti kalian. It’s been nice melihat kalian berkembang menjadi apa adanya kalian sekarang ini. Thanks for everything, guys. Thanks for all the wonderful memories. Life won’t be the same without all of you.

Oh, by the way. This is not goodbye…