Kurcaci, raksasa dan Jengkolisme

blogdino: Wah nekat tuh orang…
friend: kenapa?
blogdino: Sahurnya pake jengkol!!

Begitulah kira kira sekelumit percakapan dari makan sahur bareng dengan para “makhluk malam’ penghuni pojokan lantai 6. Diramu dengan semaleman belum memejamkan mata dan berjalan jalan ke alam mimpi karena harus nongkrong dengan komputer kesayangan (gimana gak sayang..modal kerja bo!).

Kalo kata Bang Rhoma (satu lagi dari Mayora), begadang jangan begadang kalo tak ada perlunya, bergadang boleh saja kalo ada perlunya. Dalam bahasa Delphi itu bisa dituliskan menjadi

if (perlu = true) then Bergadang.Boleh := true;
else Bergadang.Boleh := false;

See!!.. begitulah kalo menghabiskan waktu terlalu banyak ngetik baris demi baris coding.
yang terngiang ngiang dikepala adalah syntax2 yang muncul silih berganti. Sampai sampai bermimpi sedang berada di dunia syntax, dimana para penduduknya adalah syntax syntax dari beberapa bahasa pemrograman. Well, not really. Belum pernah sih dapet mimpi seperti itu, tapi kayaknya menarik juga kali ya. Masing masing syntax itu saling bantu membantu untuk membuat suatu proyek, membangun rumah misalnya. Halah.. it’s getting too far. better stop here.

Pernah nonton film JurassicPark atau film2 dinosaurus ataupun film tentang makhluk bertubuh besar lainnya. Ada satu rasa tersendiri bisa berada ditengah tengah makhluk makluk besar itu. Seorang sekecil manusia bisa berada diantara raksasa. And that’s what I feel now. Seorang kurcaci yang beruntung untuk bisa hidup ditengah-tengah para raksasa. Rekan-rekan yang ada dalam tim semuanya adalah programmer2 raksasa dengan kemampuan programming yang luar biasa. It is such a wonderful feeling to be among them. A tiny person among the giants. It’s an amazing team. Para makhluk malam penghuni pojokan Lantai 6.

Vocab:
Jengkolvora
: Makhluk pemakan jengkol. Masih satu familia dengan Petaivora, makhluk pemakan petai.
Jengkolholic : Tergila gila terhadap jengkol. jengkol in the morning, jengkol for lunch, jengkol for dinner. Sampai sampai parfum nya pun bermerek Jengkol Klein, Jengkol & Gabbana, Jengkolian Dior dkk.
Jengkolphobia : Orang yang takut akan jengkol. Jengkol adalah kryptonite mereka. Bagaikan superman yang selalu mencoba untuk selalu menjauh dari kryptonite.
Jengkology : Cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jengkol.

Advertisements

Senyuman seorang istri

Bagaimana seorang istri menerima suaminya? Grandsyeh kita memberikan Pengetahuan Ilahiah mengenai hal ini:
“Ketika seorang wanita tersenyum kepada suaminya, Allah memerintahkan seluruh surga membukakan pintu untuk dia masuk. Baginya, secara khusus Allah mempersiapkan sebuah istana bagaikan istana yang belum pernah dipersiapkan sebelumnya. Ia akan menganugrahkan berkah yang belum pernah dianugerahkan sebelumnya! Mengapa Allah yang Maha Kuasa menganugrahkan berkah sedemikian rupa? Karena ketika seorang istri tersenyum kepada suaminya, dia mengangkat semua kesulitan dalam sehari dari pundak suaminya. Hal ini memberikan cinta di antara mereka, dari hati istri kepada suami.”

“Cinta adalah alasan untuk melanjutkan kehidupan keluarga. Jika tidak ada cinta, keluarga itu berpisah. Oleh karena itu, Allah menyukai wajah-wajah tersenyum. Ini adalah hal yang sederhana, tapi sangat penting. Allah tidak pernah menyukai kebencian antara suami dan istri, antara mukmin.”

“Rasulullah (saw) bersabda bahwa tersenyum merupakan sedekah (amal) untuk setiap orang. Rasulullah (saw) datang untuk memperluas cinta di antara umat; oleh karena itu, kita harus berbuat hal yang sama. Janganlah bersikap lain kepada orang – orang yang berbeda. Jangan memperlihatkan wajah yang baik kepada satu orang, dan wajah yang buruk kepada yang lain. Kalian harus ingat, kita semua adalah hamba Allah yang Maha Kuasa dan kita telah diperintahkan untuk berbuat yang baik saja kepada satu sama lain. Ini merupakan karakter unik seseorang untuk tersenyum atau menangis dan tidak diberikan pada hewan.”

“Di Surga ada bagian – bagian tersendiri untuk masing – masing orang. Ketika seseorang melakukan perbuatan baik, salah satu bagian itu akan muncul sebagai karunia atau berkah, Surga dipenuhi begitu banyak karunia tersebut sehingga tidak ada ruang kosong ditempatkan walaupun untuk satu jari saja! Mukmin (orang beriman) akan menikmati limpahan rahmat ini setiap saat, tanpa akhir.”

“Namun,” lanjut Grandsyeh kita, “Bila seorang wanita menerima suaminya dengan wajah amarah, Allah akan memerintahkan malaikatNya untuk menutup pintu Surga dan akan memerintahkan Neraka agar terbakar lebih panas untuk dia. Akibat amarah seorang istri, semua limpahan rahmat hidup ini dan berikutnya diharamkan baginya. Dia harus secepatnya berubah dan meminta ampun, sebelum amarahnya tertulis dalam catatan Allah!”

“Wajah amarah menyebabkan hati suami merasakan benci kepada istri. Walaupun sang istri sendiri mempunyai kesulitan dan merasa menderita, dia harus menerima suaminya dengan senyuman. Untuk ini, Allah akan menghadiahkannya dengan membuang semua kesulitan tersebut. Inilah rahasia dalam menjaga keluarga yang kuat.”

“Bila komunitas keluarga kuat, masyarakatpun kuat. Maka, hidup akan berlanjut dengan bahagia, tanpa kesulitan. Oleh karena itu, dalam Islam adalah sunah untuk para istri tersenyum agar cinta bisa tumbuh. Hal yang sederhana, tapi membawa dampak yang besar.”

—————— Original text in English ———————-
How is a wife to receive her husband? Our Grandshaykh gives us Divine Knowledge on this subject:
“If a woman is smiling at her husband, Allah orders all Paradise to open for her to enter. For her, He especially prepares such a palace as was never before prepared. He will bestow blessings that have never before been bestowed! Why does Allah Almighty bestow such blessings? It is because when a wife smiles at her husband, she takes the whole day’s troubles from his shoulders. It gives love between them, from her heart to his.”

“Love is the reason to continue family life. If there is no love, the family separates. Therefore, Allah likes smiling faces. It is a simple thing, but very important. Allah never likes hatred between husband and wife, between mu’min.”

“The Prophet (peace be upon him) said that a smile is a sadaka (charity) for everyone. Rasulullah (peace be upon him) came to increase the love between people; therefore, we must do likewise. Don’t behave differently with different people. Don’t show a good face to one man, and a bad face to another. You must remember that we are all servants of Allah Almighty, and we have been ordered to do only goodness to each other. This is a unique attribute of man, it is not given to animals to smile or cry.”

“In Paradise there are private sections for each person. When one does a good action, it appears in one of these sections as a bounty, or blessing, Paradise is filled with such bounties so much that there isn’t an empty place to put a finger! Mu’min (the believer) will enjoy that abundance every moment, endlessly.”

“However,” continues our Grandshaykh, “If a woman receives her husband with an angry face, Allah will order his angels to shut Paradise, and will order Hell to burn hotter for her. Because of her anger, all the abundance of this life and the next are made haram for her. She must quickly turn and make repentance, before it is written in Allah’s book!”

“Angry looks cause her husband’s heart to feel hatred for her. Even if she herself has troubles and is feeling miserable, she must receive her husband with a smile. For this, Allah will reward her by removing all her troubles. This is the secret that keeps the family strong.”

“If the family is strong, the community is strong. Life can then proceed happily, with no troubles. Therefore, in Islam it is sunnah for wives to smile so that love can grow. A simple thing, but it carries great consequence.”

The Teaching of Grandshaykh Abdullah Faiz ad-Daghestani
by Maulana Shaykh Nazim al-Haqqani

Seven Advice

Nemu ini pas lagi jalan jalan di kampung internet. Kalimat2 yang penuh makna. Masing masing orang pasti punya pemahaman sendiri sendiri tentang masing masing kalimat ini.

Seven advice of Maulana Jalaluddin Rumi, may Allah sanctify his soul & bless his secret

In generosity and helping others be like a river.
In compassion and grace be like sun.
In concealing others’ faults be like night.
In anger and fury be like dead.
In modesty and humility be like earth.
In tolerance be like a sea.
Either exist as you are or be as you look.

Yang terlintas pertama kali ketika pertama kali membaca kalimat kalimat ini adalah,

– dalam hal kedermawanan dan membantu orang lain, jadilah seperti sungai. Kenapa sungai? pikirku. Apa hubungan yang ada antara sungai dan membantu orang lain? Mungkin karena sungai tidak pernah melihat ke belakang, selalu mengalir ke depan. Mungkin dalam membantu orang lain atau dalam kedermawanan aku hendaknya memberi dan gak pernah mengingat2 lagi ataupun melihat ke belakang apa atau siapa yang sudah di tolong. Kalau udah ngasih ya udah, gak usah di sebut2 lagi.

– in compassion and grace be like sun, in concealing others’ faults be like night.
dalam kasih sayang jadilah seperti matahari, dan dalam menutupi kesalahan orang lain, jadilah seperti malam. Mungkin maksudnya adalah tidak membeda bedakan. Karena sinar matahari mencapai semua orang, tidak perduli dia cowok, cewek, anak kecil, orang tua, orang alim, pendosa. Kesemuanya tercapai oleh sinar matahari tanpa membeda bedakan satu dengan yang lainnya. Begitu pula dengan malam. Malam menutupi semua secara merata. Tidak pandang bulu. Bahkan yang gak punya bulu pun dipandang juga *halah.

– in anger and fury be like dead
mungkin maksudnya adalah, dalam hal marah, jadilah seperti seorang yang sudah mati. DIapa-apain pun dia tidak mengatakan sepatah katapun. Tidak membalas dengan makian ataupun kata kata kasar. Tapi diam saja.

– in modesty and humility be like earth.
mungkin maksudnya adalah, dalam hal kerendahan hati jadilah seperti bumi, seperti tanah. Bumi di injak injak oleh berbagai macam orang. Dia tidak mengeluh. Orang orang membuang berbagai macam sampah ke bumi, tapi yang keluar justru yang baik2. Orang orang menebarkan kotoran hewan ke atas bumi, tapi si bumi justru mengeluarkan tumbuhan tumbuhan yang subur.

– in tolerance be like a sea.
hmmm.. yang ini aku kurang ngerti maksudnya apaan. Seperti lautan? hmmm.. ada apa dengan lautan? apa karena lautan lembut? mesti lemah lembut dalam hal toleransi?

– Either exist as you are or be as you look.
Jadilah seperti apa adanya dirimu, atau jadilah seperti penampilan kamu. Mungkin maksudnya adalah jangan terlalu mengandalkan penampilan yang bagus kalo ternyata di dalamnya busuk. Kalau misalnya di dalam diri ini busuk, maka hendaknya lah penampilan juga di sesuaikan dengan itu. Pakai pakaian yang busuk, jarang mandi. Biar diri ini tau seberapa busuknya diri sendiri. atau Be as you look, jadi sebagaimana penampilan. Kalau misalnya penampilan aku bagus, wangi, mestinyalah aku berusaha untuk membuat my inner beauty seperti itu juga.

Entahlah.. itu semua adalah kata2 yang dalam seperti samudera. Apa yang bisa di dapatkan dari kalimat2 itu tergantung seberapa dalam kita mau menyelami samudera makna nya. Pastinyalah masih banyak makna lain di balik kalimat itu hanya saja pikiran ku yang dangkal ini belum dapat menggapainya.

The Calling *halah

Si Bebby baru aja nelpon ke kantor. Terdengar isak tangis dalam suaranya.
“Kenapa bebb?”
“Ides lagi sebel aja nih”
“sebel ama?”
“sebel ama orang ANZ”
“oo… soal tagihan ANZ ya?”
“iyah sebel banget ama cara ngomongnya. Gitu banget sih”
dst… dst…

Intinya is dia lagi depressed banget dapet telpon tidak menyenangkan dari “customer service” ANZ. Customer service tanda kutip karena gak cocok aja orang seperti penelepon itu dikatakan sebagai Customer Service, Pelayan Pelanggan, karena yang dilakukan bukanlah sesuatu untuk melayani sang pelanggan. Mungkin lebih cocok dikatakan sebagai Customer Terorizer. :)) I think that’s what they really are. Baru juga telat sehari dua hari udah seolah olah dah telat sewindu.

Harus kuakui, emang agak mengagetkan juga cara orang2 itu berbicara lewat telepon. Pertama kali aku mendapatkan telponan (baca: celotehan) dari mereka, sempat shock juga. Lama-lama seiring dengan berjalannya waktu, terbiasa juga menghadapi orang orang itu. Well, they have work to do. Itu mungkin adalah bagian dari job-description pekerjaan mereka sehari hari. Melakukan apapun, mengatakan apapun kepada sang pelanggan agar membayar tagihan dalam tempo yang sesingkat singkatnya. Melihat dari sisi itu, aku jadi iba juga sama mereka. They have to go through that everyday. Mereka harus melalui itu setiap harinya. Memang tidak menyenangkan, but somebody has to do it.

Dari sisi penerima telpon, ada beberapa sisi yang bisa dilihat. Respons yang diterima sang penerima telpon tergantung dari cara berpikir dia atau dari kondisi mental dia pada saat menerima telpon. Aku dah sering mendapatkan telpon2 itu jadi ya udah pernah merasakan beberapa kondisi tersebut. Yang lebih ringan adalah ketik aku menerima telpon dalam kondisi menyadari bahwa mereka hanyalah seorang karyawan biasa yang tak luput dari salah dan dosa yang sedang menjalankan tugasnya. Mereka mungkin tidak ingin melakukan apa yang mereka lakukan. Dan aku mungkin lebih tidak ingin mendapatkan telepon bernada seperti itu dari mereka. Tapi, hey.. hidup tidak selalu seperti yang kita inginkan, kawan.

Cara lain untuk melihat situasi itu adalah bahwa hal itu datang sebagai sebuah ujian terhadap hati. Sudah seberapa bersih kah hati ini. Seperti yang aku katakan kepada si Bebby lewat telpon tadi bahwa itu adalah ujian hati.
“bagaimana tuh?”, tanya nya.
“Ya untuk melihat seberapa bersih hati kamu”,
“caranya?”
“contohnya gini, ibarat sebuah wadah yang berisi air. Jika dalam wadah itu terdapat endapan2 lumpur ataupun kotoran lainnya, begitu diaduk aduk, maka adukan itu akan membuat endapan itu muncul ke permukaan, dan air dalam wadah itu akan menjadi keruh. Sebaliknya, sebuah wadah dengan air yang jernih, bening walaupun di aduk2 tidak akan merubah suasana air dalam wadah itu. Begitu juga dengan hati. Semakin bening atau bersih hati kamu, semakin tahan kamu bisa tahan akan cobaan yang datang dari luar. Walaupun di aduk aduk, hati kamu tidak akan berubah jadi keruh. Atau kalopun misalnya belum bisa mendapatkan hati yang bersih, paling tidak cepat untuk menjadi bening dan normal kembali.”
dst.. dst..

Percakapan masih berlanjut beberapa lama sampai akhirnya dia cukup lega untuk kembali melanjutkan harinya.
Terdengar dia menarik napas lega..
Akupun menarik napas lega… phew..
“Aylloffyuw so much, beb”
“Aylloffyuw morrr…”