Laila dan Majnun

Suatu hari Laila dipanggil menghadap Sang Pangeran. Pangeran bertanya kepada Laila, ‘Apakah engkau Laila yang membuat Majnun menangis, yang tangisannya sampai membuat basah gurun pasir? Engkau tidak punya kecantikan apa-apa. Kenapa dia sampai bisa tertarik padamu? Laila menjawab, “Mata paduka bukanlah mata Majnun. Kalau paduka melihat melalui matanya, paduka akan melihat kecantikanku.” — Cerita tentang Laila dan Majnun telah diceritakan di Timur selama ribuan tahun karena itu bukan hanya sekedar cerita cinta biasa, dalam tingkat yang ebih dalam, kisah itu menggambarkan kerinduan seorang manusia akan Tuhan, yang tidak pernah dia dapatkan dari atas permukaan bumi ini.

Majnun menemukan jalan kepada Tuhan melalui cintanya kepada Laila. Hal ini akan selalu demikian. Cinta secara metafora adalah jembatan untuk menuju cinta sejati:
Seorang pencari pergi mengetuk pintu rumah Mawlana Jalaluddin Rumi (semoga Allah memberkati jiwanya dan rahasianya). Pencari itu berkata, “Wahai tuanku, aku ingin menjadi muridmu.” Mawlana berkata, “Anakku, apakah engkau pernah jatuh cinta atau pernahkah engkau mencintai sesuai misalnya bunga, serangga atau seseorang?” Pemuda itu berkata, “Tidak. Hal hal seperti itu belum pernah aku rasakan.”. Lalu Mawlana menjawab, “Pergilah dan pelajari cinta terlebih dahulu, baru kemudian engkau datang kembali ke sini!”
——————
kata-kata dari Maulana Syaikh Muhammad Nazim al-Haqqani yang diambil dari buku, “Secrets Behind Secrets Behind Secrets”

*********************************************
One day Prince summoned Laila before him. The Prince inquired Laila ‘Are you Laila who makes Majnun cry, the one who makes him wet the deserts with tears? You have no beauty. Why was he allured by you?’ Laila replied ‘Your eyes are not Majnun’s. If you look through his eyes, you can see me.’ –The story of Laila and Majnun has been told in the East for thousands of years for it is not only a love story, on a deeper level, the legend is about man’s yearning for God, which can never be fulfilled on an earthly plane.
Majnun found the way to God through his love for Laila. This is always so. Metaphorical loves are bridges to the real love: A searcher goes and knocks at the door of Mawlana Jalaluddin Rumi may Allah sanctify his soul & bless his secret, and says ‘Master, I want to be your disciple.’ Mawlana says, ‘My son, have you ever fallen in love or have you ever loved anything such as a flower, an insect or someone ?’ The young man says, ‘No. Nothing like that has never happened to me.’ Then Mawlana says ‘Go and learn to love first, and then come here!’
——————
talk given by our beloved Maulana Sheikh Nazim, excerpted from ‘Secrets Behind Secrets Behind Secrets’
===========================================

Dalam kisah lain, Majnun pernah ditanya oleh seseorang, “Bagaimana mungkin kamu bisa jatuh cinta kepada wanita seperti Laila. Dia bukanlah seorang wanita yang cantik.”. Majnun menjawab, “Kalau engkau ingin melihat seberapa cantik Laila bagiku, engkau mesti meminjam mataku.”