Dalam Cinta ada Kepercayaan…

“Ah, aku gak percaya ama yang namanya Cinta”
“Ah, aku gak percaya ama yang namanya pernikahan”

Mungkin beberapa orang berpendapat seperti itu.. Gak percaya ama yang namanya cinta karena pacaran putus mulu, karena jatuh cinta malah jadinya sakit, karena cinta jadinya di sakitin mlulu.

Gak percaya ama yang namanya pernikahan karena banyak keluarga yang berantakan. Gak percaya ama nikah karena masih banyak yang affair. Gak percaya ama nikah karena malah membuat anak anak terlantarkan.

Tapi kalo di liat lagi, kayaknya ada yang salah deh. Kok karena sering patah hati, sering di putusin, sering di sakitin jadi gak percaya ama yang namanya Cinta? Kok karena sering liat rumah tangga yang berantakan, sering liat anak2 broken home yang jadinya gak bener trus langsung berkesimpulan kalo tidak ada guna untuk menikah?

Di luar sana banyak sekali terjadi kecelakaan mobil, apa trus kita jadi gak percaya ama yang amanya kendaraan bermotor dan lebih memilih naek sepeda misalnya?. Tapi tunggu dulu, ternyata naek sepeda juga gak aman, sering terdengar berita kalo yang naek sepeda pun tak luput dari kecelakaan. Kalo gitu jalan kaki aja deh. Tapi pejalan kaki juga ternyata gak aman.. masih bisa kena kecelakaan juga. Apa lantas gak percaya ama yang namanya jalan kaki?..

Mungkin masalahnya bukan di benda nya, tapi di orangnya. Orang yang nyetir mobil yang salah, orang yang nikah itu yang berbuat suatu kesalahan, orang yang sedang di landa asmara yang berbuat salah jadinya ada kecelakaan, broken home, or rasa di sakitin.

Mengutip kata kata seorang bijak, “The nature of Love is like the water in the depth of the earth. If you don’t dig deep enough, you will find mud and not water. But if you dig deep, you will find clear water”.
Terjemahannya kira kira sebagai berikut titik dua, “Cinta itu ibarat air di dalam perut bumi. Kalau kamu tidak menggali terlalu dalam, yang kamu temukan adalah air yang bercampur lumpur. Tapi jika kamu menggali jauh sampe ke dalam yang akan kamu temukan adalah air yang bening dan menyejukkan.”

Semoga kita semua bisa menemukan air yang bening tersebut…

Hobby baru si kecil…

Si kecil sekarang punya hobby baru. Fotografi .. hahaha.. well, something like that lah.. Sekarang udah susah buat ngajakin dia berpose dan mengabadikan moment2. Sejak beberapa minggu ini dia sudah tau gimana cara mengambil gambar dengan menggunakan kamera. Dan dia kayaknya mulai ketagihan dengan ‘mainan’ barunya itu. Sejak dia jadi sadar kamera (sadar kalo dia sedang disorot kamera dan akan difoto) dia jadi susah buat difoto. Dulunya sih dia cuma mencoba melihat2 foto dia yang sudah ada di dalam kamera itu. Begitu melihat kamera diarahkan ke dirinya, dia langsung mendekat dan mencoba merampas kamera dan melihat foto2 dia di kamera itu.

Setelah itu dia mulai mengenal tombol shutter dan tersenyum bahkan tertawa bahagia ketika dia berhasil memencet tombol shutter dan terdengar bunyi ‘click’ yang disertai kilatan cahaya blitz kamera. Tapi pada saat itu dia masih belum mengerti cara mengarahkan kamera ke object yang akan diambil. Jadi hasilnya yah cuma sekedar foto2 yang ga jelas, sebagian blur, sebagian lagi ga jelas.

Tapi beberapa waktu ini dia sudah mulai mengerti untuk mengarahkan kamera ke object penderita. Dia mulai bisa mengerti dikit2 akan pentingnya layar LCD yang ada di bagian belakang kamera. Ya aku juga sih yang ngajarin. Terkadang dia ketika akan difoto, dia lalu mengambil kameranya dan mencoba untuk menjadi subjek ketimbang menjadi objek. Dia memegang kamera dan melihat di layar LCD, “papa mana ya? kok gak ada?”, katanya.. Aku lalu mengarahkan kameranya ke arahku dan dia lalu berujar senang, “Oh iya, ada papanya nih. foto ya pa..” dan .. jepret.. jepret. jepret.. Daku dipotret bertubi2.. Ada sih beberapa foto yang not bad lah.. well composed. Komposisi bagus, DOF mantap, framing OK. (vocab dari fotografer.net). ^^

kalo kata si Bebby, ya lumayan lah sekarang udah ada yang bisa diminta buat motretin kalau mau berpose berdua.. ^^

Menghitung Hari v2.

Terinspirasi dari Lagu Krisdayanti dan gajian yang tak kunjung tiba.. Menghitung Gaji
Gubahan: blogdino
——————
Menghitung gaji..
Detik demi detik…
Gajianku nanti kapan kah ada…
Sebulan kerja waktu yang panjang..
Menghitung hari…

Kirimkan saja…
Masuk rekeningku
Kertas putih itu besokkan ada
Yang aku minta bukti transaksi
Bukan puitis

*Chorus*
Kirim saja gajiku kirim
Bilang saja pada semua
Biar semua tahu adanya
Diriku kini bergaji…

Padamkan saja
Kobar harapanku
Jika gaji itu takkan ada
Yang aku minta bukti transaksi
bukan puitis

repeat chorus x2

Talk is cheap…

Presentasi .. dah sering dengar kata itu. tapi barusan saja menjalani yang namanya presentasi. Menjadi presenter. Mempresentasikan sesuatu kepada segerombolan orang yang entah terpaksa ataupun disuruh untuk berada di tempat presentasi sebagai pendengar. It is not as scary as I was imagining. Semuanya tergantung bagaimana kita menyikapinya aja.

Semuanya tergantung dari bagaimana daku memposisikan diri. Anggap aja semuanya sebagai bagian dari akting. Memproyeksikan secara mental apa yang aku inginkan mereka lihat dari diriku. Membangun sebuah mental image. Dalam diriku, aku membangun image bahwa aku adalah seorang presenter ulung yang mampu mempresentasikan sebuah topik kepada segerombolan orang. Dan aku memproyeksikan bahwa mereka tertarik dengan apa yang akan aku sampaikan.

Aku tidak dapat merubah bagaimana pola pikir mereka. Mereka adalah faktor X yang harus diperhitungkan. Bagaimana mereka bersikap mungkin tidak dapat aku atur secara langsung. Tapi secara gak langsung aku bisa membuat mereka melihat sosok yang percaya diri dan tahu apa yang dia bicarakan, walaupun sebenernya mungkin si presenter kurang mengerti. Tapi itu bukan masalah sesungguhnya. Masalah utamanya adalah bagaimana membuat mereka yakin bahwa yang membawakan presentasi ini adalah seseorang yang menarik untuk didengarkan.

Menjelang presentasi, aku memproyeksikan sesosok presenter yang aku inginkan. Secara mental, aku membayangkan setiap detail dari presentasi yang akan aku lakukan. Dan disitu, aku memproyeksikan sebuah presentasi yang sukses dan berhasil. Menurut sebuah study yang dilaksanakan disalah satu lembaga, dinyatakan bahwa membangun mental image semacam itu punya dampak terhadap apa yang akan kita lakukan.

Mereka melakukan study terhadap dua kelompok. Satu kelompok disuruh untuk melakukan latihan secara mental sementara kelompok lainnya tidak. Latihan secara mental yang dilakukan adalah mereka disuruh untuk membayangkan bahwa mereka melemparkan lemparan bebas dari titik penalti ke basket. Dalam setiap lemparan, mereka disuruh untuk membayangkan bahwa lemparan yang mereka lakukan adalah lemparan yang sempurna. Mereka disuruh menggambarkan sedetail mungkin proses pelemparan bola basket sampai masuk ke keranjang. Bagaimana posisi tubuh, posisi tangan, gerakan bola dan lain lainnya.

Setelah itu kedua kelompok ini diujicobakan. Terbukti bahwa kelompok yang melakukan latihan mental terlebih dahulu mempunyai tingkat keberhasilan dalam melemparkan bola yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak melakukan latihan secara mental. Dari sini mereka menyimpulkan bahwa latihan secara mental bisa membawa dampak positive bagi proses yang akan dilaksanakan.

Atas dasar itulah daku melakukan latihan mental tentang presentasi yang akan aku lakukan. Selain itu, seperti yang dikatakan dalam pepatah, you are what you think you are. Bagaimana orang lain melihat diriku adalah tergantung dari bagaimana aku memposisikan diriku sendiri. Kalau aku memposisikan diriku sebagai seorang yang kurang percaya diri maka orang lain akan membaca aura yang muncul dan membuat kesimpulan bahwa aku adalah orang yang tidak percaya diri. Orang bisa membaca gelagat seseorang dari raut muka orang tersebut. Raut muka seseorang tergantung dari apa yang orang tersebut pikirkan.

Pernah aku mencoba dengan melihat ke cermin berbagai expressi ketika aku memikirkan tentang berbagai macam hal. Ketika aku memikirkan sesuatu yang sedih akan menampakkan tampang yang berbeda dengan ketika aku memikirkan sesuatu yang menyenangkan. Cahaya mata dan air muka akan berubah sesuai dengan kondisi pikiran ku.

Sebuah experimen kecil yang menyenangkan, ketika berpose untuk sebuah foto, cobalah untuk memikirkan hal hal yang berbeda ketika gambar akan diambil. Pastilah keliatan aura yang berbeda beda pula.

Tips: untuk mendapatkan hasil foto yang ceria, cobalah untuk memikirkan suatu hal yang membuat hati gembira. Dengan memikirkan hal yang paling menyenangkan yang pernah dialami misalnya.

Juru Kunci

Password, suatu dilema. terutama buat yang suka bikin account gratisan di internet yang cukup banyak. Seperti blogdino misalnya. Hampir semua service gratisan pasti disempatkan buat membuat account :)). Dulu sih. sekarang udah mulai kewalahan buat ndaftar di sekian banyaknya service gratisan. Jadinya ya stick with the latest one ajah..Dan beberapa account terpaksa direlakan buat hilang tak tentu rimbanya.

Emang sih ada fasilitas forget password. Dengan fasilitas ini, password kita akan dikirimkan ke email account yang dipakai pada saat register. Tapi disini muncul suatu dilemma lagi. Biasanya juga lupa di account email yang mana yang dipake buat register, karena saking banyaknya email.. :)) maruk sih.. Jadinya yah sama aja boong. Password baru di kirim ke email lain. Tapi email lain itu lupa apaan. Kalaupun alamat emailnya keinget, password untuk alamat email itu yang kelupaan.. Trus pake fasilitas Forget Password untuk email yang lain itu dst dst.. Jadi never ending story deh..

—————————-
“Din… ini passwordnya apaan???”
Teriak salah seorang temen nanyain password program yang kebetulan blogdino yang create passwordnya.
“Gak ada passwordnya..”, jawab blogdino
“OK.. gw coba ya..”

Beberapa saat kemudian…
“Din… ga bisa nih. Tetep aja minta password”, dengan nada yang gak jauh beda
“passwordnya apa sih, din?”
“passwordnya ya itu tadi.. ga ada passwordnya”
“ga bisa..tadi udah gw coba.”
“elo pake apaan passwordnya?”, blogdino nanya buat konfirmasi
“gw ga pake apa2.. gw kosongin aja”
“yee.. kan gw dah bilang..passwordnya itu ga ada passwordnya”
“Hah? Lah iya.. tadi gw udah coba ga pake password kok.. ga bisa. Ya elo ketik aja sendiri deh nih.. sambil sodorin keyboard”

blogdino nyengir dikit dan pelan2 menekan tombol keyboard
gaadapasswordnya

“Halah… bilang kek dari tadi… “, kata si temen..
blogdino hanya tertawa sambil berlalu pergi….

Sang Tiran dan Si Orang Gila

Allah telah menciptakan hukum-hukum alam dan memberi kita akal untuk memahami hukum-hukum tersebut dan penerapannya. Api membakar, jadi jangan letakkan tangan kalian di atasnya. Pisau memotong, jadi jangan letakkan tangan kalian di bawahnya lalu percaya begitu saja dengan rahmat Allah, jangan. Hal yang sama berlaku pada hubungan antara penguasa dengan subjek mereka.

Allah memperingatkan, “Jangan biarkan diri kalian menuju ke kehancuran kalian.” Selalu ada jalan yang benar untuk berurusan dengan pihak berwenang dan kunci untuk memahami pendekatan yang benar adalah hadis Nabi saw, “Kalian mendapatkan penguasa yang layak.”

Hajjaj bin Yusuf adalah salah satu tiran yang paling terkenal dalam sejarah. “Sang Tiran” adalah julukannya; suatu sebutan yang pantas didapatkannya mengingat setiap kali ia memasuki suatu kota, ia akan membuat suatu tumpukan kepala-kepala orang yang ia bunuh sehingga tampak seperti bukit. Suatu kali Hajjaj menaklukan suatu kota dan ia memanggil sekumpulan pemuka masyarakat, bertanya kepada mereka, “Apakah aku seorang penindas atau penguasa yang adil?” Secara alami mereka gemetar ketakutan dan menjawab, “Wahai Emir kami, engkau adalah seorang yang sangat adil.” Ia berteriak marah, “Mereka pembohong, bawa mereka dari sini dan penggal leher mereka!”

Kemudian Hajjaj memanggil rombongan pemuka masyarakat yang lainnya dan menanyakan hal yang sama pada mereka, tetapi karena mereka tahu apa yang terjadi pada kelompok sebelumnya, mereka berkata, “Bagaimana mungkin engkau dibilang adil bila engkau membunuh orang-orang yang mengatakan bahwa engkau adalah seorang yang adil? Sudah jelas engkau adalah tiran! “Pembohong, mereka semua pembohong! Mereka juga berdusta! Wahai algojo, bawa mereka pergi dan penggal kepala mereka juga!”

Begitulah seterusnya sepanjang hari, suatu kelompok dipanggil, mereka menjawab, “Engkau seorang yang adil,” mereka semua dibunuh; kemudian kelompok yang lain dipanggil, mereka menjawab, “Belum pernah ada seorang tiran seperti engkau,” mereka juga dibunuh. Berangsur-angsur seluruh pemuka masyarakat di kota itu dibunuh, kecuali sekelompok ulama religius di mana Hajjaj berniat untuk menanyai mereka terakhir kali.

Ketika mereka sedang berjalan menuju pertemuan yang mengerikan dengan Hajjaj, seorang majdhuub (orang yang ‘gila’ karena cintanya kepada Tuhan) mendatangi mereka dan bertanya ke mana mereka akan pergi. Mereka berkata, “Pergilah! Kami tidak mempunyai waktu untuk berbicara denganmu sekarang.” Katakan padaku, ke mana kalian akan pergi,” ia bersikeras, “ke jamuan makan? Aku akan ikut dengan kalian!” Begitulah akhirnya ia berjalan-jalan dengan riang dari sisi yang satu ke sisi yang lain sambil menggoda mereka.

Akhirnya, seorang syekh yang sangat tua berbicara kepadanya, “Wahai anakku, tinggalkanlah kami, kami akan pergi ke pejagalan.” “Oh, biarkan aku ikut! Setelah penyembelihan, pasti akan ada jamuan makan dengan banyak daging di sana!” “Terserahlah,” kata syekh tua itu. Kemudian orang ‘gila’ itu mengambil sebuah tongkat dan pergi ke depan para ulama itu seolah-olah ia adalah pemimpin dari suatu marching band.

Dengan cara seperti ini mereka tiba di tempat Hajjaj. Hajjaj duduk bagaikan sebuah patung dengan dahi yang mengkerut ketika seseorang yang aneh datang bersama sekelompok ulama. Hajjaj merasa agak kaget dengan penampilan orang ‘gila’ itu, dan ia pun sedikit takut melihat pakaiannya yang aneh dengan turban acak-acakan. Orang ‘gila’ itu berseru, “Hey Hajjaj!” Jantung para ulama berguncang, mereka berpikir, “Wahai Tuhan kami! Tak seorang pun yang berani berbicara seperti itu kepada Hajjaj! Bagaimana nasib kami dengan datang ke sini dipimpin oleh orang ‘gila’ ini yang akan membuat Hajjaj semakin marah. Mungkin ia tidak hanya akan membunuh kami sekarang, tetapi juga menguliti kami hidup-hidup!”

Orang ‘gila’ itu melanjutkan, “Aku adalah komandan dari sekumpulan ulama ini. Jangan membuat dirimu capai dengan menanyai mereka satu persatu, tanyakan saja padaku apa yang kau inginkan. Jika engkau senang dengan jawabanku, itu baik; tetapi jika engkau tidak puas, engkau bisa membawa mereka dan memenggal kepalanya.” Kemudian Hajjaj berkata kepada orang ‘gila’ itu, “Baiklah, aku terima! Aku akan bertanya kepada engkau dan engkau akan menjawab untuk mereka. Apakah aku seorang penindas atau penguasa yang adil?” “Allah tidak mengizinkan untuk mengatakan bahwa engkau adalah penindas atau penguasa yang adil! Engkau adalah penguasa yang dikirim kepada kami sesuai dengan sifat-sifat kami. Engkau adalah hukuman dan kutukan dari Allah, kepada orang-orang ini. Kamilah para penindas yang sesungguhnya, bukan engkau.”

Kemudian Hajjaj bertepuk tangan dan berkata, “Semua yang kau katakan benar. Inilah jawaban yang sudah kutunggu-tunggu. Sepanjang hari aku mendengar kebohongan. Mereka menyebutku penindas, tetapi tidak, merekalah yang penipu, dan ketika yang lain menyebutku adil, mereka lebih memalukan lagi. Ya, aku adalah hukuman Allah bagi perbuatan-perbutan mereka. Sekarang aku telah mendapat jawaban yang aku inginkan, kalian semua boleh pergi.”

Bijaksanalah dan belajarlah dari kisah ini. Jika kalian berpikir bahwa pemerintah menindas kalian, lihatlah rakyat yang mereka pimpin, dan kalian akan mengerti mengapa mereka menderita.

/***********************************************
* Diambil dari buku: Mercy Oceans: Lovestream
/***********************************************

Only in Indonesia….

Resiko dapat tempat duduk dekat televisi. Mau gak mau, terima gak terima terpaksa mesti dengar juga apa yang lagi ditayangkan di tipi. Ya acara gosip lah, ya berita kriminal lah, ya sinetron lah mulai dari Siluman Ular sampai Sinetron Taiwan. Ngomong-ngomong soal sinetron taiwan, kemaren sempat jadi ngikutin juga salah satu sinetron di Indosiar. Pangeran Kodok judulnya. Tadinya sih cuek bebek aja ama tuh sinetron tapi lama2 kok seru juga ya yang nonton. Lama-lama akhirnya mulai ngikutin juga deh. Ga sampe maniak banget sih tapi ya paling gak tau lah gimana jalan ceritanya, nama2 pemainnya dan gimana hasil akhirnya (emangnya pertandingan bola pake hasil akhir?).

Emang sih ada untung (untung?) nya juga duduk dekat tipi. Paling gak kalo ada berita2 hangat pasti selalu ada di kursi depan dan ga pernah ketinggalan (kecuali kalo lagi pada nonton sinetron/gosip/pertandingan bola (*coret yang tidak perlu). Kalo lagi ada berita yang menarik perhatian, tinggal menolehkan kepala dan mengikuti laporannya.

Walhasil, beberapa bulan duduk dekat tv, jadi up to date juga dengan gosip2 selebritis terbaru, acara2 tv baru, sampai sinetron2 baru yang ada di tv. Bahkan karena ada OB yang seneng banget nonton siluman ular ataupun film tv lokal lainnya sampe hapal tuh jalan ceritanya karena emang tuh film dah ulang tayang yang kesekian kalinya. Tapi terkadang, ketika nonton tv ketika sang penyiar membacakan berita, beberapa ide iseng muncul di depan pikiran.

Seperti misalnya dalam salah satu berita kriminal, seorang polisi diwawancarai tentang seputaran penangkapan salah satu kriminal. Si polisi berkata, “ya.. kami sudah memberikan tembakan peringatan”.. Yang terlintas dalam kepala adalah ..”ya.. kami sudah memberikan tembakan peringatan, sayang sekali meleset.”. Dengan bayangan bahwa sang polisi memberikan tembakan peringatan ke arah kaki si kriminal. Makanya dimana2 di acara berita kriminal, setiap penangkapan hampir pasti selalu ada kriminal2 yang kakinya tertembak. Entahlah.

Dan juga suatu kali sempat mendengar berita tentang penangkapan penyelundupan kayu illegal. Pelakunya telah di jebloskan ke penjara dan barang bukti akan dimusnahkan dengan cara dibakar. Hueh? tapi ternyata itu hanyalah imaginasi aja. soalnya saking seringnya dengar pelaku penyelundupan yang barang buktinya dibakar terutama narkoba dan atau CD ilegal. Tapi pernah juga dengar ada razia petasan menjelang lebaran kemaren yang kemudian barang buktinya akan di musnahkan dengan cara dibakar. Halah. Gimana jadinya yah kalo misalnya beneran kejadian. Barang bukti berupa ribuan petasan akan dibakar. Mungkin tetangga2 sekitar bakalan pada dateng kirain ada kondangan…

Only in indonesia…

Modblog is dead

It is all over. Modblog is dead. Baru saja aku mengecek modblog dan ternyata domainnya dah gak available lagi. Ketika aku mengetikkan http://www.modblog.com, yang terbuka justru website lain. Hilang sudah semua postingan2 dari 3 tahun yang lalu. Belum sempat di backup dan dipindahkan ke blog yang lain. Hmmm.. agak sedih juga sih kalo dipikirin. Lost all those tulisan. Tapi yah apa hendak dikata. semua yang terjadi terjadilah. Can’t turn back time. Lain kali mesti lebih hati hati aja kalo bikin account dimanapun. Backup secara rutin mungkin bukan ide yang jelek. Lebih baik nge-backup daripada kehilangan tulisan2 lagi. Mudah2an wordpress ini lebih langgeng ketimbang modblog. aamiin …

Mirror mirror on the man…

Ada orang yang jikalau melihat sebuah gambar, hal pertama yang terlintas dalam pikirannya adalah… hmmm.. apa yang salah dari gambar ini? Kayaknya ada something wrong with this picture, but i don’t know what. Kejelekan apa yang bisa aku liat dari gambar ini ya? dan beberapa ide ide negatif lainnya.

Ada sebagian orang yang jikalau melihat sebuah gambar, berpikir sebaliknya. What a nice picture. Ada something nice about this picture but i don’t know what it is. dan segenggam pikiran positif lainnya.

Which one are you?

it’s just that yang kadang2 blogdino rasakan sendiri. kadang2 ketika melihat sesuatu, hal yang pertama kali terlintas dalam pikiran adalah, walah..kok gitu sih? jelek banget sih tuh orang/barang/gambar/etc. Blogdino sedang mencoba untuk melakukan yang sebaliknya. ketika dihadapkan dengan sesuatu, tidak langsung mencoba mencari kejelekan dari hal apapun itu yang ditampilkan. Tapi sedikit banyak mencoba mencari nilai positive dari apapun yang sedang dihadapkan. It is not easy but it is not impossible.

Ketika melihat seseorang melintas, tidak semerta merta berpikiran gile tuh orang gitu banget sih.. de el el pikiran yang negatif. It’s not good, and gak ada gunanya. Everyone has good in him/her. Tapi terkadang hal hal tersebut tidak tampak. Entah karena si orang tersebut tidak sadar dia memiliki hal positive atau karena orang tersebut tidak ingin menonjolkan hal positif tersebut.

Ada pepatah yang mengatakan, nobody’s perfect. Tapi buat ku, semua orang dilahirkan sempurna. Tapi kemudian seiring dengan berjalannya waktu, orang tersebut mengangkut demikian banyak ketidaksempurnaan dan akhirnya semangkin mencolok dan mungkin lebih menonjol ketimbang nature nya yang sempurna.

Ada seorang bijak yang mengatakan bahwa seorang itu adalah cermin bagi yang lainnya. Jikalau aku melihat ketidaksempurnaan di diri orang lain, i will try to remember bahwa ketidaksempurnaan yang aku lihat itu adalah pantulan dari ketidaksempurnaan yang ada dalam diriku. Semoga saja dengan cara seperti itu aku akan berhenti untuk buru2 menghakimi kejelekan orang lain.

Mirror mirror on the man.. who is the fairest of them all?