Sebuah pertanyaan…

Si kecil nadzim sudah terlelap tidur. Aku pandangin wajah nya yang polos. Agak susah buat ngeliatin dia dalam keadaan diam seperti ini. Dia paling susah buat diem. Jadi termasuk kesempatan langka buat bisa mengamati dia lagi terlelap tidur tenang seperti ini. Aku kecup keningnya, pipi tembemnya dan ku elus2 kepalanya…
“selamat tidur anakku…Sweet drimss…”. Aku selimutin dia biar gak kedinginan.

Sebelum tidur ngobrol2 dulu seperti biasa dengan si Bebby. Nanya soal si kecil nadzim, ngapain aja dia seharian, ada perkembangan apa yang aku lewatin ketika aku dikantor. Dengerin soal keluhan dia hari itu. Dengerin apa aja yang dia mau katakan padaku sebelum tidur. Aku diam, membiarkan kata demi kata mengalir dari bibirnya. Kupandangi matanya sambil sesekali tersenyum mendengar ceritanya. Sebelum tiba tiba akhirnya ku sela pembicaraan dia dan bertanya..

“Beb.. bebi bahagia gak sih menjalani hidup bersama akuh?”

dan jawaban yang terlontar cukup mengagetkan daku. Aku sempat menebak-nebak kira2 jawaban apa yang akan dia ucapkan. Tapi satu jawaban itu benar-benar lolos dari perkiraanku. You really caught me by surprise there, bebby. Aku sampai speechless, gak tau what to say. Gak nyangka aja pertanyaan yang aku anggap sesederhana itu mendapatkan jawaban sedemikian rupa.

She said, “Dari seluruh hidup ides, yang ides rasa paling bahagia itu masa hidup ides setelah nikah ama bebi”

I dont mesti bilang apa….speechless

Advertisements