The power of being nothing

I am nothing…well at least I always tried to be nothing.
———————————————————————–

Pagi ini dia bangun pagi-pagi¬† dan hendak menghadap sang Baginda Raja dari segala Raja. Dia memakai pakaian terbaiknya yang bisa dia pakai dan berjalan memasuki istana sang raja. Dia sempat bimbang. Akankah sang Baginda menerimanya dengan keadaan dia sekarang ini. Dimana dengan badan penuh debu dan kotoran, akankah sang Baginda mengijinkannya untuk bertemu?. Tapi dia yakin bahwa sang Baginda raja ini adalah Raja yang pemaaf, Raja yang bijak, dan Raja yang ‘down to earth’. So dengan pedenya dia mulai melangkah pasti menuju puncak *halah kayak pentas AFI aja*

Setelah sampai di aula istana, dia mulai menyampaikan salam menyeru sang Baginda Raja, menyatakan betapa Agungnya dikau wahai Sang Baginda. Dia lalu melantunkan puisi dan menyanyikan lagu ciptaan Sang Baginda Raja. Wahai Sang Raja, aku datang menghadapmu, hormatku padamu wahai sang Raja. Dia lalu bersujud dan bersimpuh sambil menyatakan permintaannya. Dia menceritakan masalah yang sedang dia hadapi pada saat itu.

Dia merasa lemah tak berdaya dihadapan sang Baginda. Dia hanyalah seorang budak, seorang rakyat jelata yang tak bisa apa apa. Di hadapan sang Baginda Raja, dia tak berani untuk mengangkat kepalanya. Kepalanya selalu tertunduk tak mampu untuk menghadapi Sang Baginda yang Agung.

Wahai Baginda Raja dari segala Raja, King of Kings. Aku rakyatmu yang jelata ini menghadapmu untuk menyampaikan permohonanmu. Aku menyadari bahwa aku hanyalah seorang rakyat biasa yang tak bisa apa-apa. Engkau adalah Raja dan semua yang ada dalam kekuasaanmu menuruti perintahmu. Aku punya satu permasalahan yang pelik yang sedang aku hadapi sekarang ini. Tolonglah aku wahai Sang Raja. Tunjukkanlah padaku bagaimana cara menyelesaikannya. Aku tidak tahu jalan apa yang harus kuambil. Berilah inspirasi dalam hatiku tentang penyelesaian masalah ini. Tolonglah aku wahai Raja ku.. O my King, I am your humble servant. Please help me.

Setelah menyampaikan uneg-unegnya dia kembali ke rumahnya untuk berkumpul kembali dengan keluarganya. Dalam hatinya masih ada rasa bahagia karena telah diperbolehkan untuk menghadap Sang Baginda.  Dengan suasana hati yang demikian, dia mulai bekerja. Tanpa dia sadari masalah yang kemaren menghantui dirinya secara perlahan mulai menemukan titik terang. Dia lalu mengikuti cahaya itu dan akhirnya menemukan jalan keluarnya. Saat itu dia bisa merasakan keseluruhan relung hatinya bergema dengan ucapan terima kasih kepada Sang Baginda Raja.

Dia berujar, adalah mudah bagiku untuk mencintaimu karena engkau adalah Raja dari segala Raja. Tapi betapa agungnya dirimu yang berkeinginan untuk mencintaiku sementara aku hanyalah rakyatmu yang jelata.

Dynomite (Repost Modblog)

Dapet postingan berikut ini dari blog lama yang sekarang udah ilang karena servernya K.O. Thx yah Nattever atas infonya ^^. Baca2 beberapa postingan seperti kembali lagi ke masa lalu. Kebetulan ketemu postingan ini pas aku pertama kali ngasih dia nama Bebby.
———————————————————————————————————-

Dynomite Comments: 6
Date: 1/19/04 at 4:46AM (14d10h16m ago) Add Comment

Bebby baru abis nelpon lagi. Seneng banget denger suara dia walaupun hanya lewat gagang telpon. Tapi bisa kebayang wajah dia pas ketawa, tampang dia pas nge-goda-in gue lewat telpon, tampang dia lagi pasang tampang sedih dan cemberut, seolah2 ada di pandangan mata. Kalo dalam pilem kartun kartun mungkin ada baloon di atas kepalaku dan di dalamnya ada si bebih yang lagi ngomong. Yah semua begitu jelas begitu nyata (kayakiklan operator mobile aja ^^).

Yup, aku punya panggilan baru buat dia. Bebby. Lidah inggris untuk Bebih. Dapetnya hari minggu kemaren pas maen game ‘Dynomite’.Kebetulan pas dapet High Score dan diminta input nama, secara refleks, gue masukin ‘Bebby’. Trus ternyata hmm…. enak juga dengernya dan kebetulan dia gak keberatan, malah seneng dapet nama baru, well, gak baru2 banget sih tapi ya cuma di terjemahkan dalam bahasa inggris aja kali ye..

Emang sih sering aku dan si bebih maen game. Sama-sama doyan maen game.Ya game bisa jadi tempat aku dan dia bertukar tawa, saling mengenal satu sama laen, dan tempat aku bisa goda-in dia kalo kalah mlulu.. ^^.Terkadang aku dan dia niruin adegan2 dalam game or niruin suara dalam game yang sering gue dan dia mainin dan trus ketawa lagi, inget saat2 lucu pas maen game itu. Kencan pertama (lebih tepat di bilang ketemu kali ya) kami pun di tempat game, di Blok M lantai 6, tempat tembak menembak pake senapan angin.

Ya.. begitulah.. nampaknya aku masih punya jiwa anak kecil di dalam diri ku.

Kuningitis

“Kalo kulit kuning penyakitnya namanya hepatitis ya?”
“Iyah”

“Kalo kulitnya kuning langsat? namanya apa tuh? ”
“Hepatitis Langsatus”

“Nah kalo giginya kuning apa pula tuh namanya?”
“Jarangus Gosokgigis”

[Repost] Sepatu Bot dan kecupan tangan

Satu lagi postingan dari hasil “kembali dengan mesin waktu”. Postingan dari tanggal 15 Februari 2005. Sekitar 2 tahun yang lalu. I hope aku dan dia bisa terus seperti ini for many years to come.
——————————————————————————————————–Loving You: Sepatu Bot dan kecupan tangan
Date: 2/15/05 at 8:04AM (2w4d ago) Add Comment | Send to Friend

Kemaren, berangkat ke kantor bareng si Bebby. Dia pengen sekalian belanja ke pasar katanya.
Kenapa pagi pagi? tanyaku.
Pengen nyari ikan, kalo udah siang, biasanya udah abis/udah gak segar lagi.
Ok deh.

Nadzim sudah bangun, sebelum berangkat, di “isi” dulu biar gak rewel. Bebby pake sepatu boot soalnya pasar Parung becek banget apalagi semaleman abis hujan. Dia agak gak pede gitu pake sepatu boot. Beberapa kali dia nanya, Bagusnya ides pake sepatu boot sekarang atau nanti aja ya di pasar?

Sepatu bootnya emang sengaja dia beli sendiri karena suasana pasar yang becek banget. Becek dan berlumpur. Sambil aku kucek kucek rambutnya, aku bilang, Pake disini aja beb biar gak repot entar. Dia hanya tersenyum nyengir seolah berkata, “pake sekarang? hehehe”. Akhirnya dia pake juga sepatu bootnya ke pasar.

Sesampainya di pasar, turun dari angkot, dia mesti masuk pasar sementara daku mesti melanjutkan perjalanan naek angkot laen ke Lebak Bulus. Seperti udah menjadi kebiasaan, dia meraih tanganku dan menciumnya dan aku juga mencium tangannya pada saat dia mencium tanganku. Jadi kami berdua sama sama saling mencium tangan pada saat yang bersamaan. Cuek aja lah walaupun itu di tengah pasar.

Emang sih agak lain dari kebiasaan pada umumnya dimana hanya sang istri lah yang mencium tangan sang suami. Tapi mengapa sang suami gak mencium tangan istri? Bukankah suami dan istri mesti saling menghargai dan menghormati? Menurut daku, bukan hanya istri yang harus menghormati suami, tapi juga suami harus menghormati istri. Cara kami mewujudkannya salah satunya ya dalam “ritual” cium mencium tangan pada saat aku berangkat kantor setiap hari itu.

Sambil mencium tanganku, dia berkata, “Aylloffyuw, bebi”. Dan pada saat aku mencium tangannya, aku berkata, “Aylloffyuw more”. Semoga kebiasaan seperti itu bisa terus kami pertahankan sampai akhir hayat memisahkan kami berdua.