Segalavora

cimg1164.jpgLembur dikantor dah beberapa hari ini. Seperti biasa, kalau ada yang lembur biasanya dari pihak kantor ngasih konsumsi alias makan malam. Begitu pula malam itu. Si X ditanya,

“mau pesan apaan buat makan malam nya?”

“Nasi uduk boleh deh…”.

“OK. kalo loe din?”

“Hmmm…. gw sih apa aja deh. Gw sih gak milih milih kok. Apa aja deh yang penting mahal”

“??!?!”

mumpung dibayarin ini :)) *dasar gak mao rugi*

Advertisements

Tukang Jahit dan Programmer

 

 

 

Kalo dipikir-pikir, programmer itu sebenernya mirip-mirip tukang jahit.

kalo ibaratnya tukang jahit, kalo ditanya, gimana jahitannya? trus tukang jahitnya jawab, oh tinggal pasang kancing doang.. (padahal belummulai di kerjain).
ya gw juga ga jauh2 beda lah.. hehehe.. ditanya gimana programnya? Oh tinggal modifikasi dikit doang kok.. (padahal baru tahap konsep)

selain itu, ibarat tukang jahit, gw cuma nerima apa maunya client..mau dibikin kayak gimana jahitannya ya seperti itu yang gw bikinin programnya..
soalnya kalo terlalu “kreatif” bisa2 clientnya gak suka dan terpaksa mesti jahit ulang lagi. repot kan?

dan ibarat tukang jahit, programmer juga pake pola2 jahitan yang sudah baku (baca: framework) untuk mempercepat pekerjaan

sebenernya sih istilah tukang jahit itu adalah sindiran dari salahsatu client pas presentasi ke mereka.. dia bilang kebanyakan programmer seperti tukang jahit.. soalnya pas ditanya gimana barangnya pasti dijawabnya sudah ampir kelar.. padahal baru mau mulai di bikin

Tapi on the other hand, istilah tukang jahit bisa juga dijadikan bahan defense ketika berhadapan dengan client yang rese, pas clientnya minta ini kok gak ada, itu gak ada, ya gw bisa dengan santainya jawab,wah saya cuma tukang jahit doang pak/bu.. saya terima pesanan kayak gini ya saya bikinnya seperti ini. :))

Posting tujuh keliling…

“Huaaaaahemmm…” dia menguap sembari menyebarkan wangi yang membuat orang2 disekelilingnya merasa seperti berada di dekat toilet umum.

Dia melihat kiri dan kanan, semua anggota team lagi pada asik di depan laptop masing-masing. Padahal sekarang jam di studio sudah menunjukkan 16 menit lewat pukul satu dini hari. Total ada 6 orang makhluk malam yang menghuni tempat bernama kontrakan ini. seperti nocturnal. Hmmm. nocturnal. nampaknya bukan nama yang buruk untuk dijadikan sebagai judul team. Enam orang programmer yang cukup asik-asik dan cukup kocak. Tak jarang ketika sedang asik-asiknya coding, muncul celutukan yang gak jelas dari makhluk-makhluk itu. Mungkin karena lagi asik berpikir dengan ide yang beterbangan di dalam benak mereka sehingga sebuah kata biasa dapat men-trigger ide-ide yang gak jelas.

So far so sip.
Ketika di tanya gimana progress codingnya, seorang nocturnist menjawab “So far so sip”.

Sip pake telor:
Bagian dari sebuah kalimat pantun (or apalah namanya), yang tercelutuk ketika berhasil membuat programnya jalan akhirnya tanpa bugs, “Sip….. pake telor, kurang sip buka kolor” … *halah*

Sunat dimana?

Kadang-kadang sembari koding, channel TV pilihan jatuh kepada channel music entah itu MTV, Channel V ataupun MNC. Soalnya kalo channel music ga perlu ngikutin jalan cerita seperti halnya nonton film. Jadi cukup dengerin doang sambil sesekali ngeliatin video klipnya. Suatu ketika sedang diputar klip video, salah seorang makhluk berkomentar, “Wah cakep banget, bapaknya sunat dimana ya? Gw pengen bawa anak gw juga sunat disana ah biar punya cucu cakep”.

“Mikirin Konsep”

Suatu ketika salah seorang nocturnist (makhluk nocturnal) kedapatan sedang tidur-tiduran ditengah gencarnya deadline menerjang. Nocturnist yang lain iseng2 godain. “Ah si X tidur mulu nih. “. Dia dengan santainya bilang, “bukan tidur kok tapi lagi mikirin konsep”. Sejak itu jadilah sebuah entry baru dalam kamus besar bahasa nocturnal. “Ngonsep” = cara halus untuk mengatakan “tidur”.

What an interesting team…