Balada sebuah lensa

Belakangan ini keinginan untuk mengganti lensa kacamata mulai berpindah haluan menjadi sebuah kebutuhan. Lensa kacamata yang terbuat dari plastik sudah mulai tergores gores dan sebagai akibatnya, pandangan menjadi lebih burem. Sama halnya dengan memakai helm dengan kaca yang penuh goresan, pandangan menjadi kurang enak dan kurang nyaman.

Berkali-kali saya membersihkan lensa kacamata saya tapi tetap aja kabur. Karena memang sumbernya adalah lensanya itu sendiri, bukan karena adanya kotoran yang menempel pada lensa. Memang sih efeknya sama dengan seolah olah ada kotoran yang nempel pada lensa. Tapi itu adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Satu bisa dihilangkan dengan mengelap lensanya, satu lagi tidak.

Saya sedang membersihkan lensa kacamata saya ketika tiba-tiba sebuah pikiran terlintas dalam benak saya. Hey, sepertinya ini mirip dengan kehidupan ini. Terkadang ketika saya melihat bahwa hidup ini suram, buram, kabur mungkin bukan salah dari Life nya itu sendiri. Mungkin ‘lensa kacamata’ sayalah yang burem dalam melihat kehidupan ini. Ketika lensa kacamata saya buram, semua yang saya lihat akan menjadi buram. Tapi bukan berarti pada kenyataannya semua yang saya lihat itu seperti itu.

Hey barangkali Hidup itu memang sebenarnya adalah indah. Life is beautiful. Kalaupun mungkin kadangkala terlihat kabur ataupun burem, mungkin itu karena cara pandang saya terhadap kehidupan yang perlu dibenahi. Mungkin ada debu debu yang mempengaruhi pandangan saya yang mengakibatkan demikian. Atau mungkin lensanya yang perlu diganti. Mungkin saya butuh lensa baru agar saya bisa melihat kehidupan ini dengan cara pandang yang lebih baik.

Lensa yang saya pakai dalam melihat kehidupan ini adalah lensa yang saya dapatkan dari perkembangan saya dari kecil sampai sekarang. Lensa yang dibentuk oleh lingkungan pergaulan saya. Lensa yang dibentuk oleh pengalaman saya pribadi ataupun pengalaman orang lain yang saya temui. Lensa yang saya pakai adalah cara berpikir saya, mindset saya.

Merubah cara saya berpikir,  saya bisa melihat dunia ini dengan cara pandang yang berbeda pula. Bagaikan seorang yang mendapatkan kacamata baru, semuanya menjadi lebih jelas dan lebih indah.

Oh, segala Puji bagi Engkau Tuhan semesta alam yang telah menciptakan semua keindahan ini.
Yes, hidup itu indah… Life is Beautiful.

Blogged with the Flock Browser
Advertisements