Nilai dari sebuah ide

Pernahkah kamu mempunyai sebuah ide?
Pernahkah kamu mempunyai sebuah ide dan orang-orang sekitarmu mencemoohkannya?
Ketika orang sekitar meremehkan idemu, apakah kamu terus ataukah berhenti?
Tahukah kamu berapakah nilai dari sebuah ide?

Berbagai pertanyaan itu melintas di pikiran dengan cepat bagaikan KOPAJA yang sedang “rapat belakang” (baca: dikejar setoran) ketika membaca sebuah artikel tentang nilai dari sebuah microblogging bernama twitter.

Disebutkan bahwa nilai dari website itu sekarang sekitar 100Trilyun rupiah. Suatu angka yang fantastis tentunya mengingat layanan ini baru berdiri sekitar 3 tahunan. Yang lebih fantastis lagi adalah idenya yang cukup sederhana. Website itu hanya mengajukan satu pertanyaan sederhana “What are you doing?”, dan user mengisikan jawabannya di kolom yang dibatasi panjangnya hanya 140 karakter.

Tiga tahun yang lalu, media microblogging belum se-tenar “saudara-tua” nya, blogging. Masih banyak yang belum melirik media yang satu ini. At least belum sebanyak sekarang.

Pada saat itu, di jaman kejayaan blog, mungkin ide ini terlihat aneh. Dengan 140 karakter bisa nulis apa? Mau tulis apa dengan 140 karakter? Dan banyak pe-remeh-an lainnya. Tapi toh website ini terus menjadi kodok tuli dan tidak berhenti mengembangkan diri. Perlahan tapi pasti satu demi satu layanan yang mendukung website ini mulai bermunculan.

Layanan URL Shortener menjadi satu kebutuhan bagi para usernya. Dengan layanan ini user bisa membuat satu URL yang singkat untuk mengacu pada halaman lain di dunia maya. Muncul juga layanan yang memungkinkan user untuk menampilkan foto pada twitter mereka. Lagi2 dengan layanan semacam penyingkat URL. Gergasi dunia maya seperti Google dan Microsoft pun mulai melirik makhluk pendatang baru yang satu ini. Sampai akhirnya saat ini mereka mencapai nilai yang sangat fantastis seperti yang disebutkan di awal tadi.

Manusia adalah species yang sangat unggul dalam hal beradaptasi. Ternyata, sikap pantang menyerah dari penggagas twitter membuat orang lain juga menyesuaikan diri dengan keadaan yang serba terbatas, 140 karakter. Keadaan yang serba terbatas membuat orang berpikir out of the box. Mungkin dari naluri dasar manusia untuk bertahan hidup.

Memang benar, Hidup adalah pilihan. Pilihan apakah mau terus mencoba ataukah berhenti. Ketika kita memutuskan untuk terus mencoba, pikiran kita dengan naluri defaultnya akan mencari jalan keluar dan beradaptasi dengan situasi yang ada. Tapi jika kita memutuskan untuk berhenti, maka pikiran kita juga akan berhenti mencari jalan keluar, dan hanya akan membenarkan kondisi bahwa kita tidak bisa melakukan apa-apa.

Nilai 100Trilyun rupiah datang dari sebuah ide yang sederhana. Angka sebanyak itu bisa tercapai karena pilot nya tidak ambil perduli dengan ungkapan2 negatif yang datang menghujam.
Mereka mencapai semua itu karena mereka MEMILIH untuk TIDAK MENYERAH.

Mengutip seorang bijak, “Sesungguhnya tidak ada orang yang gagal, yang ada hanyalah mereka yang berhenti terlalu cepat”

Links:
http://www.twitter.com
http://id.news.yahoo.com/kmps/20090928/ttc-nilai-bisnis-twitter-nyaris-rp-10-tr-566ebb2.html

Blogged with the Flock Browser